Terima Gelar Adat Sunda, Susi: Maaf Bahasa Sunda Saya Kasar

Solid Gold Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, hari ini mendapatkan gelar Wadonna Pinunjul atau perempuan unggul atas kiprahnya menjadi kelestarian alam bagi masyarakat Sunda.

Saat penganugrahan tersebut, nuansa Sunda begitu melekat, mulai dari pakaian hitam, ikat kepala, hingga bahasa yang digunakan. Selama menyampaikan sambutan pula, seluruhnya disampaikan Susi dalam bahasa Sunda.

“Kadangkadang saya malu, tidak bisa berbahasa Sunda, kadangkadang Bahasa Sunda kasar. Kadangkadang saya Bahasa Sunda saat marah, jadi nggak mau pakai Bahasa Sunda takut lupa. Maaf,” kata Susi dalam Bahasa Sunda disambut tawa di kantor KKP, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Menurut Susi, sebenarnya gelar adat tersebut sudah diterimanya tahun 2012 silam saat dirinya belum menjabat sebagai anggota kabinet. Namun kesibukannya, membuatnya baru bisa menerima gelar Wadonna Pinunjul.

“Sekaligus kolotkolot (para tetua) semua saya minta maaf, sudah berapa tahun saya tidak sempat untuk meluangkan waktu menerima datang ke pesta adat, menerima undangan untuk datang. Lima tahun yang lalu bukan maksudnya saya untuk tidak menghargai atau melupakan, namun kadangkadang tuntutan pekerjaan membuat saya tidak mungkin untuk meninggalkan,” ujar Susi.

“Kedua kalau saya mengundang kolotkolot ke Jakarta takut capek, dan saya yakin kesempatan itu akan ada,” tambahnya.