Apakah Las Palmas Bisa Juara Liga Spanyol Seperti Leicester City di Inggris?

Setelah dominasi Barcelona yang memenangi enam gelar juara kompetisi dalam delapan tahun terakhir, ditambah persaingan mutlak Barca-Madrid, tentu akan segar jika muncul juara baru. Namun, hampir mustahil Las Palmas bisa berbuat ala Leicester.
Di pekan kedua Liga Spanyol 2016-2017, Las Palmas memuncaki klasemen sementara. Los Amarillos unggul selisih gol dibandingkan Barcelona dan Real Madrid. Penampilan anak asuh Quique Setien ini tergolong ampuh. Menggulung tuan rumah Valencia 2-4 di Mestalla, lalu hari ini mencukur Granada 5-1. Las Palmas adalah tim tersubur di Liga Spanyol, mengalahkan Barca-Madrid dengan kemasan sembilan gol.
Jika melihat status mereka sebagai tim yang baru mentas kembali dari Segunda Division pada musim 2015-2016, Las Palmas adalah kejutan. Namun, jika kita penggemar Liga Spanyol, yang dilakukan Las Palmas ini tidak semata-mata kejutan. Sejak musim lalu, tim ini sudah terbentuk dengan kuat. Mereka bahkan memiliki kualitas individu yang sangat baik untuk bertarung di papan tengah.
Musim lalu, Los Amarillos berhasil finish di urutan ke-11. Mereka punya deretan penyerang seperti Nabil El Zhar, Sergio Araujo, Jonathan Viera, dan Willian Jose yang sudah tidak diragukan lagi kapasitasnya. Belum lagi kiper Javi Varas yang pernah berada di Sevilla. Kedatangan pelatih Quique Setien musim ini menunjukkan Las Palmas memang serius berbenah. Ditambah masuknya gelandang Kevin Prince Boateng dan Marko Livaja.

Musim lalu, Las Palmas memulai kompetisi dengan duduk di peringkat 19 di pekan pertama, lalu 14 pada pekan berikutnya. Bahkan ketika di kemudian hari Las Palmas sempat terjerembab di zona degradasi, sudah banyak yang mempertanyakan bagaimana mungkin tim dengan kualitas seperti itu, dan penampilan yang serba menyerang khas Spanyol, menderita sedemikian rupa.
Kini, Las Palmas memulai segalanya dengan jauh lebih baik. Dua kemenangan dan pemuncak klasemen. Tetapi ada perbedaan besar Liga Spanyol dan Liga Inggris. La Liga mengenal Barcelona dan Real Madrid yang secara konsisten meraih hampir selalu 90 poin dalam beberapa tahun terakhir. Periode terburuk bagi Barca-Madrid terjadi pada musim 2013-2014, ketika disalip oleh Atletico.
Namun kala itu Lionel Messi tampil inkonsisten. Sementara Madrid era Carlo Ancelotti terlihat lemah di liga lokal. Ditambah, Atletico Madrid yang beruntung dan punya daya juang tinggi. ATM punya kedalaman skuat yang mumpuni. Sementara, Las Palmas tidak. Muism ini mereka mungkin saja bisa bertarung untuk tiket ke Liga Europa, tetapi hanya sebatas itu.
Perjalanan Liga Spanyol masih menyisakan 36 pekan lagi. Keajaiban masih bisa terjadi. Tetapi andai Las Palmas bisa juara, mereka butuh keberuntungan dua-tiga kali lipat dibandingkan yang menimpa Atletico tiga musim lalu.

barberspointaviationmuseum.com Cara Menang Judi Bola Online, Mix Parlay, Over/Under Sumber: Sidomi