7 Kebangkitan Dramatis Barcelona di Kompetisi Antarklub Eropa

Sejarah baru di Liga Champions diciptakan Barcelona. Klub asal Catalan itu bangkit dan memastikan lolos ke perempat final Liga Champions seusai menang dramatis 6-1 atas Paris Saint-Germain, Rabu (8/3/2017) atau Kamis dini hari WIB.
Barcelona pun berhasil mengatasi defisit empat gol lantaran kalah 0-4 dari PSG di Paris pada pertandingan pertama, Februari lalu. Mereka lolos dengan agregat 6-5!
Prestasi Barcelona ini merupakan rekor baru di Liga Champions. Sebelumnya, belum pernah ada satu pun tim yang lolos di fase gugur setelah kalah dengan defisit empat gol pada laga pertama.
Kendati demikian, Barcelona punya catatan bagus terkait comeback atau kebangkitan dari ketertinggalan. Sudah beberapa kali mereka melakukannya di kompetisi antarklub Eropa, Piala UEFA (sekarang Liga Europa), Piala Winners, dan Piala/Liga Champions.
Berikut beberapa comeback bersejarah Barcelona sepanjang sejarah di kompetisi antarklub Eropa:
1. Piala UEFA musim 1977-1978 vs Ipswich Town
Barcelona kalah 0-3 pada pertandingan pertama babak 16 Besar Piala UEFA di kandang lawan. Pada laga kedua, Barcelona berbalik menang dengan skor yang sama berkat dua gol Johan Cruyff dan Carles Rexach.
Laga pun dilanjutkan dengan adu penalti. Pada babak adu penalti, mereka tanpa kesulitan menyingkirkan Ipswich Town.
2. Piala Winners musim 1978-1979 vs Anderlecht
Laga ini terjadi pada babak kedua Piala Winners. Mirip seperti versus Ipswich Town, Blaugrana kalah 0-3 pada laga pertama di kandang lawan.
Di Camp Nou, gol-gol dari Hans Krankl, Ramon Heredia, dan Facundo Zuviria memaksakan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan adu penalti.
Pada drama adu penalti, Barcelona menang 4-1 dan lolos ke babak selanjutnya.
3. Piala Champions 1985-1986 vs Gothenburg
Sama seperti dua cerita di atas, Barcelona membawa kekalahan 0-3 dari kandang lawan. Di Camp Nou, mereka lalu berbalik menang 3-0.
Kali ini, Pichi Alonso jadi bintang kemenangan timnya. Dia mencetak tiga gol pada menit ke-9, 63, dan 69. Barcelona kembali memaksa lawan menentukan pertandingan via adu penalti.
Layaknya Ipswich Town dan Anderlecht, Gothenburg harus tunduk lewat adu penalti. Skornya sangat tipis, yaitu 5-4, dengan gol penentu dicetak Victor Munoz.
4. Liga Champions 1993-1994 vs Dynamo Kyiv
Barcelona kalah 1-3 pada laga pertama ronde awal Liga Champions musim 1993-1994 saat bertanding di kandang Dynamo Kyiv.
Dengan kewajiban mencetak minimal dua gol, tim yang ketika itu dilatih Johan Cruyff menunjukkan tajinya saat bertanding di hadapan publik sendiri.
Dua gol Jose Mari Bakero, Michael Laudrup, dan Ronald Koeman membungkam Dynamo Kyiv yang hanya mencetak satu gol balasan.
Blaugrana lolos ke babak 16 Besar dengan keunggulan agregat 5-4 dan melangkah mulus hingga babak final sebelum kalah oleh AC Milan.
AFP/JOSEP LAGO Neymar tampak gembira seusai Luis Suarez membawa Barcelona unggul atas Paris Saint-Germain pada pertandingan Liga Champions di Stadion Camp Nou, Rabu (8/3/2017).
5. Liga Champions 1999-2000 vs Chelsea
Barcelona kalah 1-3 dari The Blues – julukan Chelsea – di Stamford Bridge. Saat Chelsea melakukan kunjungan balasan ke Camp Nou, Barcelona ganti mengalahkan Chelsea dengan skor sama lewat gol-gol Rivaldo, Luis Figo, dan Dani.
Agregat 4-4 memaksa kedua klub bermain meneruskan ke perpanjangan waktu. Pada masa 2 x 15 menit inilah Barcelona menentukan kemenangan lewat gol Rivaldo dan Patrick Kluivert.
6. Liga Champions 2012-2013 vs AC Milan
Barcelona kalah 0-2 di San Siro pada babak 16 Besar. Kekalahan ini menjadi salah satu kejutan besar karena performa AC Milan saat itu tengah menurun.
Akan tetapi, Barcelona bisa bangkit ketika bermain di Camp Nou. Dua gol Lionel Messi, serta tambahan dari David Villa dan Jordi Alba membayar lunas kekalahan tersebut pada laga kedua.
Gol penentu keberhasilan Barcelona lolos pun baru tercipta pada menit terakhir injury time melalui Sergi Roberto. Lima gol lain Barcelona lain dibukukan oleh Luis Suarez, Lionel Messi, Neymar (2 gol), dan bunuh diri Layvin Kurzawa.
7. Liga Champions 2016-2017 vs PSG
Inilah comeback paling dramatis Barcelona. Kalah 0-4 di kandang lawan dan sempat kemasukan oleh gol Edinson Cavani di Stadion Camp Nou, Barcelona lolos ke perempat final dengan kemenangan 6-1 atas PSG.
Keberhasilan Barcelona itu bisa dikatakan dramatis karena PSG sempat mencetak gol melalui Edinson Cavani pada laga ini. Mencetak lima gol hanya akan berujung kegagalan bagi Barcelona karena kalah agresivitas gol tandang.
Semakin dramatis karena gol penentu keberhasilan Barcelona lolos baru tercipta pada menit terakhir injury time melalui Sergi Roberto.
Gol dia membuat lima gol lain Barcelona lain dibukukan oleh Luis Suarez, Lionel Messi, Neymar (2 gol), dan bunuh diri Layvin Kurzawa bermakna besar karena membuat PSG menjadi tim pertama di Liga Champions yang tersisih seusai unggul empat gol.
Kemenangan 6-1 itu menjadi rekor baru di Liga Champions. Sepanjang sejarah Liga Champions, baru kali ini ada tim yang lolos setelah kalah empat gol pada laga pertama.

barberspointaviationmuseum.com Cara Menang Judi Bola Online, Mix Parlay, Over/Under Sumber: Kompas.com